Cara Troubleshooting Mobil

Troubleshooting Mobil Via: Biarlaku.com

Troubleshooting Mobil Via: Biarlaku.com

Troubleshooting merupakan hal yang tidak lepas dari perawatan mobil. Troubleshooting diperlukan guna mendapatkan berbagai informasi, menghimpun, dan menganalisa atau mendiagnosa Gejala ataupun kerusakan yang ada pada kendaraan roda empat ini. Mengingat pentingnya Troubleshooting ini, maka diartikel ini akan dibahas tentang Tahapan Troubleshooting Mobil, secara umum. Semoga dapat menambah wawasan dalam bidang Otomotif terutama untuk Troubleshooting Mobil .

Dasar untuk memahami otomotif Mobil sendiri secara umum sama seperti pada otomotif Motor, hanya perbedaan di konstruksi dan rancangan sistem Mobil. Konsep dasar yang dijalankan sama, sehingga bagi yang memahami troubleshooting Motor, kemungkinan tinggal mengembangkan pemahaman mesin mobil.

 

Tahapan 1 – Identifikasi Masalah

Tahapan pertama dalam troubleshooting mobil adalah mencatat dan mengumpulkan informasi tentang  gejala atau kerusakan yamg terjadi.

Tanyakan dan catat juga informasi lainnya seperti kapan masalah mulai terjadi dan pada saat masalah terjadi, apa yg sebelumnya dikerjakan.

 

Tahapan 2 – Pengumpulan Data dan Fakta

Pengumpulan Data dan fakta seperti jenis otomotif yang digunakan, kubikasi mesin, jenis konstruksi mesin, dan sumber informasi lain yang bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan analisa di tahapan berikutnya.

Berikut adalah beberapa parameter yang bisa di catat  :

  • Apakah terjadi setiap saat atau pada waktu yang tak tentu ?
  • Bagaimana Pola berkendara pengemudi ?
  • Apakah sudah pernah mengalami masalah serupa di kurun waktu sebelumnya

 

 Tahapan 3 – Melakukan Analisa

Tahapan analisa merupakan tahapan dimana  Kita membuat flowchart / bagan alur, atau urutan sistematis pengecekan yang akan dilakukan nanti. Analisa ini berarti Kita membuat bagan yang akan Kita gunakan sebagai pedoman dalam urutan pengecekan part mesin, sehingga pengecekan mesin dilakukan dengan sistematis dan tidak Asal-asalan.

Adapun analisa ini dilakukan dengan mempertimbangkan  kerusakan mobil,penyebab kerusakan,  lama kerusakan, dan solusi perbaikan yang dilakukan.

 

Tahapan 4 – Membuat FlowChart / Urutan Sistematis Pengecekan

Tahapan berikutnya yaitu membuat bagan flowchat atau urutan sistematis yang digunakan sebagai acuan dalam melakukam pengecekan nanti.

 

Tahapan 5 – Melakukan Pengecekan

Pengecekan merupakan tahapan dimana Kita melakukan pengecekan langsung terhadap Part-part mobil guna mendapakan penyebab terjadinya kerusakan, yang dilakuka dengan sistematis dan bertahap. Pengecekan bisa dilakukan dengan bertahap menggunakan bagan flowchart atau urutan sistematis pengecekan yang sudah dibuat sebelumnya. Pengecekan yang dilakukan meliputi : kondisi part, keausan, kerenganggan, fungsi, dan lain sebagainya.

Beberapa parameter pengecekan sbb :

  • Menggunaan alat bantu pengecekan seperti Tester
  • Melakukan pengecekan dengan sistematis dan terurut
  • Mencatat hasil Pengecekan

 

Tahapan 6 – Pengambilan Kesimpulan /  Hipotesa

Setelah melalui tahap pengecekan dan melakukan cukup pengecekan pada seluruh parts yang dianggap bermasalah, selanjutnya adalah melakukan pengambilan keputusan / hipotesa dimana part yang dicurigai bermasalah tersebut.

 

Tahapan 7 – Perbaikan / Tindakan

Setelah tahap pengambilan kesimpulan hipotesa selesai, maka langkah berikutnya adalah melakukan tindakan real perbaikan, baik berupa penggantian parts, perbaikan parts, pengubahan, pengencagan dan lain sebagainya. Semuanya berdasar dari kesimpulan / hipotesa yang sudah dilakukan di tahap sebelumnya (tahap 6) tadi.

 

Tahapan 8 – Preventive Maintenance

Setelah melalui tahap perbaikan diatas, maka langkah terakhir yang bisa dilakukan yaitu Preventive Mainenance, yaitu melakukan perawatan dan tindakan pencegahan setelah proses perbaikan selesai dilakukan. Hal ini bertujuan mencegah agar masalah serupa tidak terjadi kembali dikemudian hari.

 

Mareta Putri / Maudijual.com

Leave a Reply