8 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas

Sepeda Motor Bekas Via: Biarlaku.com

Membeli motor bekas memang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan. Tujuannya agar Kita mendapatkan pengetahuan dan gambaran yang cukup, sehingga proses pembelian motor bekas menjadi efektif dan tidak Membuang-buang waktu dalam proses pencarian dan pembelian sepeda motor bekas idaman.

Pembelian motor bekas sendiri tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, ada banyak sekali media jual beli motor bekas, salah satunya lewat online seperti di situs Biarlaku.com. Di artikel kali ini akan dibahas tips membeli motor bekas.

 

Cek Kebutuhan dan Spesifikasi Motor Idaman

Hal pertama yang pasti harus dilakukan untuk membeli motor bekas, adalah tentukan dulu kebutuhan motor apa yang diinginkan, apakah motor bebek/matic/kopling, berapa kubikasi / kapasitas mesinnya, kebutuhan teknologi khusus apa, dan jenis atau tahun keluran motornya. Khusus motor kopling, bisa dipertimbangkan apakah motor dengan konstruksi mesin SOHC atau DOHC. Mengingat transmisi manual dari kedua konstruksi mesin tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk motor bebek dan motor matic, tinggal disesuaikan dengan selera.

 

Cek Harga Pasaran dan Kelengkapan Surat

Harga pasaran dimaksud adalah harga umum yang dilempar ke pasar publik yang bersiftat relatif. Adapun margin real nya bergantung dari kondisi sepeda motor, pola perawatan yang dilakukan, penjualnya (individu atau bengkel), dsb. Mengetahui harga pasaran membantu Kita menemukan harga yang idel sesuai dengan kebutuhan Kita. Selain itu kelengkapan surat juga perlu diperhatikan.

 

Cek Kondisi Bodi Motor dan Penggantian Spare Parts yang Pernah Dilakukan

Pengecekan kondisi motor juga perlu dilakukan dengan mengecek kondisi fisik bodi motor. Cek permukaan bodi, apakah ada gores, penyok, atau retak. Mintalah penjelasan pada penjual. Selain itu tanyakan spare parts yang digunakan, apakah masih asli atau sudah ada penggantian. Adapun untuk keperluan pengecekan motor, boleh juga mengajak rekan yang paham soal otomotif jika dirasa Kita kurang memahami soal seluk beluk motor dan otomotif.

 

Cek Oli Mesin dan Spidometer

Untuk pengecekan oli mesin bisa dilakukan dengan membuka penutup oli mesin. Beralih ke Dashboard, pengecekan dilakukan pada speedometer, fuelmeter, gear position, Netral position, indikasi lampu jauh/dekat, dan beam. Untuk motor kopling, hampir dipastikan terdapat Tachometer / RPM. Cek juga jarak tempuh motor.

 

Menyalakan Mesin

Pengecekan kondisi mesin dilakukan dengan menyalakan mesin tanpa bantuan gas, dan dengarkan deru suara mesin. Setelah menyala, coba lakukan bukaan gasĀ  dengan menggunakan throttle grip gas. Dengarkan suara dari sepeda motor apakah masih baik atau ada sedikit gejala kasar. Bisa ditanyakan ke penjual.

 

Rasakan Perpindahan Transmisi nya

Setelah melakukan pengecekan kondisi mesin, coba lakukan transmisi gear nya. Cek kehalusan dan kecepatan proses pengoperan gigi, dari gigi 1 ke 2 dan seteruslah, kemudian lakukan dalam posisi reverse. Gigi yang kasar umumnya menandakan kampas kopling yang memang sudah mau aus, selain itu kampas kopling yang memiliki gejala aus membuat akselerasi motor lambat. Untuk motor matic, karena tidak menggunakan tidak menggunakan perslening transmisi, Kita bisa menilai proses transmisinya dengan merasakan proses akselerasinya saat throttle gas mulai dibuka dan dinaikkan.

 

Cek Kelistrikan

Cek electric starter apakah berfungsi dengan baik atau tidak, kemudian cekĀ  headlamp, beam, rearlamp, brake lamp, dan knakson. Pastikan seluruh piranti tersebut menyala. Jika ada salah satu yang tidak berfungsi, kemungkinan piranti sudah putus, atau aki ada masalah.

 

Minta Kesempatan untuk Test Ride

Langkah terakhir meminta konfirmasi penjual untuk melakukan test ride. Jika berkenan, bisa merasakan akselerasi motor pada saat berboncengan. Dan terakhir tinggal melakukan Tawar-menawar harga disesuikand dengan kondisi mesin saat pengecekan tadi.

 

Teks : Mareta Putri / Maudijual.com

Leave a Reply