4 Jenis Plafon Rumah

Plafon Rumah Via: Biarlaku.com

Plafon berfungsi sebagai sekat antara atap bangunan dengan ruangan, atau bisa dikatakan sebagai Langit-langit ruangan. Fungsi dari plafon sendiri adalah menjaga suhu ruangan tidak terlalu panas, karena fungsinya yang mampu menyerap panas matahari, dan melindungi air yang masuk dari genting rumah, semisal saat hujan.

 

Ada 4 jenis plafon umumnya dipakai, dan biasanya pola yang digunakan adalah polos dengan tambahan lis di tiap tepi atau sisi plafon. Model dan corak ukiran plafon saat ini banyak jumlahnya. Di artikel ini hanya akan dibahas 4 jenis plafon secara garis besar, yang umumnya banyak di gunakan saat ini.

 

Plafon Triplek

Plafok triplek merupakan plafon yang paling sering digunakan, sebelum adanya jenis gipsum. Bahan penyangga plafon jenis ini adalah kayu kaso berukuran 4×6 atau   5X7 untuk ukuran yang lebih besar dan kokoh. Untuk plafonnya bisa menggunakan ukuran 3mm,4mm, atau 6mm untuk ukuran yang lebih kokoh. Semua disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Kelebihan :      

  1. Cukup kuat unuk pijakan saat ada perbaikan diatas plafon
  2. Kuat dalam perawatan

Kekurangan :

1.Tidak tahan air sehingga kemungkinan rembesan bahkan tumpahan air ari atas plafon bisa terjadi

  1. Sambugan antar triplek yang kurang rapi, sehingga perlu dipoles dan ditutupi.

 

Plafon Gypsum

Plafon Gypsum hadir sebagai alternatif plafon triplek yang lebih baik dari sisi desain dan kustomisasi, tapi lebih sulit dalam pemasangannya. Jenis plafon Gypsum banyak diminati karena banyaknya variasi dekorasi yang dihadirkan dengan material berbahan dasar ini. Untuk material dasar gypsum ada yang menggunakan metal furing atau kayu.

 

Kelebihan :      

  1. Cepat dalam pengerjaan dan hasilnya lebih rapih karena sambungannya tidak terlihat;
  2. Variasi dan dekorasi yang beragam, disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Mulai dari List profil, motif tengah, dan material penunjangnya;
  3. Mudah dikustomisasi bentuknya.

 

Kekurangan :

  1. Pemasangan yang tidak mudah dan harus Hati-hati, karena mudah pecah (untuk bahan dasar / material tertentu);
  2. Harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan plafon jenis tripleks;
  3. Butuh penanganan khusus dalam perawatannya;

 

Plafon Kayu

Papan kayu merupakan kayu olahan yang dibuat bentuk menjadi Lembaran-lembaran. Plafon kayu biasa diaplikasikan untuk bagian eksterior bangunan. Finishing plafon jenis ini biasa menggunakan  plafon kayu biasanya menggunakan material yang menjadikan warna kayu terlihat lebih apik dan mengkilap.

 

Kelebihan :      

  1. Desain artistik dan mampu menciptakan suasana interior menjadi klasik.

 

Kekurangan :      

  1. Sama seperti plafon gipsum, pengerjaan plafon ini cukup sulit, dan harus dikerjakan dengan Hati-hati;
    2. Harga nya lebih mahal dibanding plafon Gypsum.

 

Plafon Metal

Dari namanya saja bisa ditebak bahwa plafon jenis ini menggunakan material berbahan dasar metal / logam. Memang benar, bahan dasar material plafon ini menggunakan plat logam tipis yang  memiliki motif dengan diberi efek timbul (Emboss), dengan menggunakan finishing cat minyak.

 

Kelebihan :      

  1. Anti air, rayap dan tahan lama

 

Kekurangan :      

  1. Harganya relatif masih mahal

 

Kesimpulan

Pemilihan plafon tentu disesuaikan dengan budget dan kebutuhan, dan hal lain yang tak kalah penting adalah pertimbangan jangka panjang, memilih plafon harus juga mempertimbangkan penggunaan jangka panjang, apakah nanti ada kemungkinan renovasi Interior lagi dalam waktu dekat atau tidak. Jika iya, maka pilih lah plafon yang sekiranya mudah dalam penanganan saat akan melakukan renovasi.

 

Teks : Mareta Putri / Maudijual.com

Leave a Reply